31 Januari 2020 13:21:35
Ditulis oleh admin

DESA JEGULO MENYELENGGARAKAN SOSIALISASI PTSL

Hari ini (Jumat 31 Januari 2020) Desa Jegulo menyelenggarakan sosialisasi PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).  Tim sosialisasi dari Tuban  adalah dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan ada juga dari perwakilan kejaksaan. 

Materi sosialisasi langsung disampaikan oleh BPN, yang intinya menyampaikan seluk beluk terkait terkait PTSL beserta syarat-syaratnya.  Bahwa PTSL adalah program dari pemerintah pusat, yang di masyarakat lebih dikenal dengan istilah pembagian sertifikat tanah massal gratis. Pemerintah pusat sendiri menargetkan pada tahun 2024 semua tanah sudah bersertifikat.

Adapun syarat-syaratnya mengikuti PTSL yaitu, dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat tanah yang bisa berupa letter C atau akte jual beli, hibah, atau berita acara kesaksian, dan SPPT (keper pajak) terbaru.

Meski dari pemerintah tajuknya gratis,  dalam pelaksanaannya tetap ada biaya, di mana besarnya tiap-tiap daerah berbeda. Di Kabupaten Tuban sendiri disepakati biaya mengurus PTSL sebesar empat ratus ribu rupiah. Dana tersebut terbilang murah jika dibanding dengan pengurusan secara mandiri. Itupun sudah dirinci pos-pos kegunaanya di antaranya biaya untuk patok, materai, atk  dan sebagaianya, dan pelaksanaannya tetap dalam pengawasan dan diaudit.

Bahwa setelah ini pihak pemerintahan desa dihimbau segera menyelenggarakan Musyawarah Desa untuk pembentukan kepanitian PTSL. Keanggotaan panitia bisa dari unsur mana saja, asal mampu dan bersedia. Dan diharapkan unsur pemerintahan desa (pamong) juga terlibat di kepanitiaan, mengingat yang lebih paham terkait asal usul tanah warga secara keseluruhan adalah pamong.

Dalam sesi tanya jawab, peserta ada yang bertanya terkait tanah wakaf. Bahwa tanah wakaf, atau tepatnya tanah yang hendak diwakafkan bisa disertifikatkan, yakni dengan mengurus terlebih dulu AIW (Akta Ikrar Wakaf) di KUA. Sedangkan syarat mengurus AIW adalah adanya wakif (yang mewakafkan), wakaf (tanah yang diwakafkan), nadzir (yang menerima wakaf). Nadzir sendiri atas nama organisasi atau lembaga, bukan nama perorangan.

Acara sosialisasi juga dihadiri oleh Forkopimka, yakni Camat Soko Sudarto, Wakapolsek Soko M. Muhaimin, dan dari Koramil Soko diwakili oleh Rusdianto selaku Babinsa Desa Jegulo.

Camat Soko dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintahan Desa Jegulo karena sudah ikut program PTSL, dan berharap program tersebut berjalan sukses dan lancar.[]*   

 

*tulisan dan poto: rud_ix



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus